Selat Malaka Makin Rawan


SINGAPURA - Pengamanan di Selat Malaka perlu ditingkatkan. Pusat Gabungan Informasi Angkatan Laut (AL) Singapura merilis laporan tentang adanya ancaman pembajakan oleh teroris yang mengincar tanker minyak di selat yang berada di wilayah Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu. Tak tertutup kemungkinan kapal besar dengan muatan berharga juga jadi sasaran aksi mereka. 

''(Ancaman dari) teroris itu ingin menunjukkan bahwa (mereka) ada dan layak diperhitungkan serta ingin mendapatkan publisitas secara luas,'' kata AL Singapura seperti dilansir AFP kemarin (4/3). Asosiasi Perkapalan Singapura kemudian menyebarluaskan itu sebagai peringatan dini terhadap kapal yang berlayar di Selat Malaka.

Tanpa menyebutkan nama kelompok teroris yang dimaksud, AL Singapura turut merekomendasikan agar kapal-kapal memperkuat keamanan internal.

Model operasi teroris di Selat Malaka tersebut seperti halnya lanun Somalia di Teluk Aden. Dikatakan, mereka akan menggunakan kapal kecil seperti sampan dan perahu motor cepat untuk memudahkan mendekati dan menyergap kapal yang akan dibajak.

John Harrison, ahli keamanan maritim dari S. Rajaratnam School of International Studies di Singapura, juga menyarankan semua pihak untuk memperhatikan laporan tersebut dengan serius. Menurut Harrison, ancaman itu berasal dari Jamaah Islamiyah yang berada di Asia Tenggara atau jaringan yang terhubung dengan Al Qaidah yang dipimpin Usamah bin Laden.

Terpisah, Isa Munir selaku komandan satuan kepolisian laut Malaysia melaporkan, pihaknya juga menerima informasi serupa pada Minggu (28/2). Laporan itu menyebutkan, sekelompok aktivis Islam mencoba melakukan aksi yang menimbulkan malapetaka di Selat Malaka. Meski bentuk ancaman itu belum jelas, otoritas Malaysia menanggapinya dengan serius.

Isa juga minta kepolisian laut menjamin keselamatan kapal yang berlayar di dekat perairan Malaysia.


Sumber : Jawa pos
Lebih baru Lebih lama