Noordin M. Top tewas begitulah berita yang sekarang ini sedang marak di dengung-dengungkan oleh seluruh stasiun televisi indonesia, bahkan media cetak juga tidak ingin ketinggalan untuk mengekspose berita tentang tewasnya Noordin M. Top cs di Kampung Kepoh Sari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, sejak Rabu malam hingga Kamis (17/9) pagi dalam baku tembak dengan Densus 88 Polri.
Tempat tersebut letaknya sangat terpencil dan jauh dari pemukiman warga, penggerebekan tersebut diawali dari penangkapan salah satu seorang anggota jaringan noordin yang kemudian di interogasi dan di kembangkan oleh pihak Polri. Dari situ Polri mendapatkan informasi bahwa ada sebuah rumah di kelurahan mojosongo yang telah dihuni oleh noordin M. Top, Susilo alias Adib, Bagus Budi Pranoto alias Urwah, seorang perempuan yang diduga istri Susilo bernama Putri Munawaroh dan seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya.
Dari penyergapan yang telah dilakukan oleh Polri, telah berhasil menewaskan empat orang termasuk noordin dan tiga lainnya mengalami luka tembak termasuk seorang perempuan yang tengah mengandung tertembak di kakinya. Sedangkan di pihak polri terdapat salah seorang petugas yang juga terluka akibat tembakan dari kawanan teroris tersebut. Dan Polri berhasil menyita sejumlah bahan peledak seberat 200 kg, dokumen dan kemudian satu pucuk senjata M 16.
Dari hasil penyelidikan semua telah berhasil di identifikasi, sedangkan menurut pemeriksaan sidik jari yang telah dilakukan oleh tim Polri terhadap sidik jari noordin yang telah dikirim dari pihak Polisi Diraja Malaysia telah terdapat empat belas titik kesamaan, sedangkan tes DNA hasilnya bisa di tunggu setelah tiga puluh jam pemeriksaan. Dan dari pemeriksaan sidik jari tersebut Polri memastikan bahwa buronan yang paling dicari di Indonesia selama sembilan tahun Nordin M. Top telah tewas.
Perburuan belum berakhir
Meski gembong dibalik peledakan di tanah air yang paling dicari Nodin M. Top telah tewas, Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri melalui jumpa persnya mengatakan bahwa perburuan terhadap teroris di indonesia masih belum berakhir. Polri masih akan terus memburu teroris lainnya, antara lain yaitu Syaifudin Zuhri dan Syahrir yang juga telah memiliki kedudukan yang sama seperti nordin di Asia Tenggara.
Artikel by Arsiva
Sumber : Antara, Liputan 6, TV One
Tempat tersebut letaknya sangat terpencil dan jauh dari pemukiman warga, penggerebekan tersebut diawali dari penangkapan salah satu seorang anggota jaringan noordin yang kemudian di interogasi dan di kembangkan oleh pihak Polri. Dari situ Polri mendapatkan informasi bahwa ada sebuah rumah di kelurahan mojosongo yang telah dihuni oleh noordin M. Top, Susilo alias Adib, Bagus Budi Pranoto alias Urwah, seorang perempuan yang diduga istri Susilo bernama Putri Munawaroh dan seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya.
Dari penyergapan yang telah dilakukan oleh Polri, telah berhasil menewaskan empat orang termasuk noordin dan tiga lainnya mengalami luka tembak termasuk seorang perempuan yang tengah mengandung tertembak di kakinya. Sedangkan di pihak polri terdapat salah seorang petugas yang juga terluka akibat tembakan dari kawanan teroris tersebut. Dan Polri berhasil menyita sejumlah bahan peledak seberat 200 kg, dokumen dan kemudian satu pucuk senjata M 16.
Dari hasil penyelidikan semua telah berhasil di identifikasi, sedangkan menurut pemeriksaan sidik jari yang telah dilakukan oleh tim Polri terhadap sidik jari noordin yang telah dikirim dari pihak Polisi Diraja Malaysia telah terdapat empat belas titik kesamaan, sedangkan tes DNA hasilnya bisa di tunggu setelah tiga puluh jam pemeriksaan. Dan dari pemeriksaan sidik jari tersebut Polri memastikan bahwa buronan yang paling dicari di Indonesia selama sembilan tahun Nordin M. Top telah tewas.
Perburuan belum berakhir
Meski gembong dibalik peledakan di tanah air yang paling dicari Nodin M. Top telah tewas, Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri melalui jumpa persnya mengatakan bahwa perburuan terhadap teroris di indonesia masih belum berakhir. Polri masih akan terus memburu teroris lainnya, antara lain yaitu Syaifudin Zuhri dan Syahrir yang juga telah memiliki kedudukan yang sama seperti nordin di Asia Tenggara.
Artikel by Arsiva
Sumber : Antara, Liputan 6, TV One
