
Sejak Rusia dipimpin oleh Vladimir Putin, Ekonomi kembali bangkit dan semua sektor sudah dapat kembali seperti semula. Dengan kembali bangkitnya ekonomi Rusia, maka bangkit pulalah kekuatan militer si beruang merah. Pembom strategis jarak jauh kembali di hidupkan, Ibukota dijaga dengan rudal-rudal pertahanan terbaru, latihan dengan negara sekutu digalakkan dengan ditambah anggaran militer yang naik hingga 30%. Sungguh diluar dugaan beruang merah telah benar-benar bangkit.
Banyak pengamat yang melihat bahwa pertumbuhan ekonomi rusia hingga mampu mengentaskan diri dari keterpurukan akibat Cold War dengan blok barat adalah atas kemampuan Vladimir Putin dalam mengelolah kebijakannya.
Begitu perekonomian Rusia telah kembali tumbuh pesat, Vladimir kemudian kembali memperkuat armada militernya dan mengkonsolidasikan kembali kekuatannya untuk di petakan. Dan sebagai tameng Ibukota diperkuat dengan Batalion Pertahanan Udara yang bersenjatakan rudal darat ke udara terbaru S-400 Triumf (SA-21 Growler). S-400 mempunyai kemampuan menghancurkan pesawat siluman, jet tempur, rudal jelajah, rudal balistik sampai jarak jangkau 400 km. Kemampuan S-400 dua kali lipat rudal MIM-104 Patriot produksi AS.
Rudal antipesawat terbaru Pechora-2M disiagakan untuk melumat target dibawah jarak 35 km. Jet tempur seukuran F-16 dapat dihancurkan hingga jarak 30 km, sementara pesawat yang lebih besar bisa sasak hingga jarak 35 km. Pechora-2M punya kemampuan lebih dari pendahulunya S-125 Pechora (SA-3 Goa). Baterai rudal ini pun tidak akan terdeteksi oleh rudal udara ke darat antiradiasi AGM-88 Harm. Pechora-2M bersifat mobile dan dapat dipasang dalam 25 menit (S-125 butuh tiga jam).
Bahkan setiap bulannya rusia akan membuat 100 pesawat militer, 100 pesawat angkut dan 300 pesawat sipil. Hal tersebut di karenakan rusia sudah mencanangkan pembuatan 4.500 pesawat hingga tahun 2025 dan biaya yang dibutuhkan mencapai 250 miliar dollar AS.
Dengan begitu tidak heran bila negara-negara barat telah menganggap kembalinya si beruang merah adalah suatu ancaman.
Artikel by Arsiva
Sumber : Angkasa
Banyak pengamat yang melihat bahwa pertumbuhan ekonomi rusia hingga mampu mengentaskan diri dari keterpurukan akibat Cold War dengan blok barat adalah atas kemampuan Vladimir Putin dalam mengelolah kebijakannya.
Begitu perekonomian Rusia telah kembali tumbuh pesat, Vladimir kemudian kembali memperkuat armada militernya dan mengkonsolidasikan kembali kekuatannya untuk di petakan. Dan sebagai tameng Ibukota diperkuat dengan Batalion Pertahanan Udara yang bersenjatakan rudal darat ke udara terbaru S-400 Triumf (SA-21 Growler). S-400 mempunyai kemampuan menghancurkan pesawat siluman, jet tempur, rudal jelajah, rudal balistik sampai jarak jangkau 400 km. Kemampuan S-400 dua kali lipat rudal MIM-104 Patriot produksi AS.Rudal antipesawat terbaru Pechora-2M disiagakan untuk melumat target dibawah jarak 35 km. Jet tempur seukuran F-16 dapat dihancurkan hingga jarak 30 km, sementara pesawat yang lebih besar bisa sasak hingga jarak 35 km. Pechora-2M punya kemampuan lebih dari pendahulunya S-125 Pechora (SA-3 Goa). Baterai rudal ini pun tidak akan terdeteksi oleh rudal udara ke darat antiradiasi AGM-88 Harm. Pechora-2M bersifat mobile dan dapat dipasang dalam 25 menit (S-125 butuh tiga jam).
Bahkan setiap bulannya rusia akan membuat 100 pesawat militer, 100 pesawat angkut dan 300 pesawat sipil. Hal tersebut di karenakan rusia sudah mencanangkan pembuatan 4.500 pesawat hingga tahun 2025 dan biaya yang dibutuhkan mencapai 250 miliar dollar AS.
Dengan begitu tidak heran bila negara-negara barat telah menganggap kembalinya si beruang merah adalah suatu ancaman.
Artikel by Arsiva
Sumber : Angkasa